Semua terasa begitu cepat berlalu dan aku tertinggal oleh waktuku sendiri.
Sesaat ku pikir jiwa & raga ini masih milik hari kemarin.
Sesaat pula kupikir hari kemarin belum lah selesai kutamati.
Betapa aku menikmati hari kemarin dan tak ingin berjalan melangkah menuju hari ini ataupun hari esok.
Tapi langkah ini terus bergulir dan tak bisa kuhentikan.
Setapak demi setapak ia bergerak ke depan.
Jika saja aku memiliki kekuatan para dewa-dewi, aku pasti berusaha untuk menghentikan langkah ini.
Langkah ini terlalu cepat… terlalu melelahkan… terlalu jauh… pikirku.
Ku ingin berhenti sejenak dan menikmati…
Ku ingin menikmati hembusan badai hari kemarin saja, karena ku tak pernah tau… apakah aku siap untuk menikmati badai hari ini ataupun esok.
Apakah aku punya pilihan untuk tidak berjalan ataupun berlari…
Apakah boleh kuhentikan langkahku ya Tuhan…
Aku tidak ingin maju ataupun mundur…
ku hanya ingin diam terpaku dalam tempatku.
Aku terlalu takut untuk maju karena semuanya terlihat gelap,
tetapi aku juga terlalu jenuh untuk mundur…
karena jalannya sudah kuhapal & kukuasai.
Aku hanya ingin diam disini… saat ini…
Tapi semakin aku berusaha untuk berhenti…
semakin berat langkah ini untuk kuhentikan.
Apapun yang terjadi aku harus terus maju…
Karena dalam system yang telah KAU buat, tidak ada langkah mundur.
Semua Kau buat hanya satu arah dan ini membuatku semakin rapuh.
Terkadang ku berpikir… mengapa Kau ciptakan aku dengan berbagai keinginan
tetapi tidak kau ciptakan system yang mampu mengakomodir semua keingingan ku itu.
Untuk semua kerapuhan ini, hanya 1 jawabmu “Pilihlah salah satu!”
Memilih… sesuatu yang berat untuk dilakukan, tapi sederhana untuk dikatakan.
Dalam hal ini, aku harus terus memilih untuk maju menuju hari ini dan hari esok.
Dan meyakini bahwa pilihan ku untuk terus berjuang akan membawa kebaikan bagiku.
(bul...teruslah berjuang...meskipun berat dan melelahkan...qta pasti bisa melalui ini semua)
