Thursday, April 13, 2006

SOPIR

"Kita tidak pernah mempertanyakan kemana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus-nya. Tetapi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita."

Seorang ayah mengajak puterinya, Asa , 6 tahun, mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Ibunya

Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah.
"Ayah tahu tempatnya?" tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.
"Tahu, jangan kuatir ..." jawab Ayah sembari tersenyum.
"Emang Ayah tahu jalan-jalannya?"
"Tahu, jangan juatir ..."
"Benar, tidak kesasar Ayah?"
"Benar, jangan kuatir ..." jawab Ayah tetap dengan sabar.
"Nanti kalau Asa haus, bagaimana?"
"Tenang, nanti Ayah beli air mineral ..."
"Terus kalau lapar?"
"Tenang, Ayah ajak mampir Asa ke restoran ..."
"Emang ayah tahu tempat restorannya?"
"Tahu, sayang ..."
"Emang ayah bawa cukup uang?"
"Cukup, sayang ..."
"Kalau Asa pengin ke kamar kecil?"
"Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita ..."
"Emang di musium ada toiletnya?"
"Ada, jangan kuatir ..."
"Ayah bawa tissue juga?"
"Bawa, jangan kuatir ..." kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.
"Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini?"
"Ayah cari jalan yang lebih cepat ... supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti ..."
Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi.
Giliran sang Ayah yang bingung, "Kenapa Asa diam, sayang?"
"Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pasti tahu, akan antar dan bantu Asa nanti!"

Kita semua seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sesungguhnya Tuhan "sedang mengemudi" buat kita semua. Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan-Nya", kadang mempercepat. Semuanya ada maksudnya.

Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia mengemudikan hidup Anda, sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.

Selamat pagi dan selamat bekerja l


© 2006, Setya Rahadi, http://www.lightbreakfast.com.

Karena Cinta...

Kemaren malem, acara dadakan, ketemu temen-temen dari kantor lama di Tebet Square...
Dulu kita berlima itu sering banget pergi bareng, mulai dari keliling Jakarta sampe bermalam ke Bogor. Duh dah lama banget tuh... tapi paling sering ngumpul di Blok M atau creambath bareng di Tebet... (walaupun kadang gue yg ketiban sial, potongan rambut aneh dan creambath ga enak. red) Hihihihihihi tanen deh ma event-event itu.

Setelah gue pergi (pindah kantor kamsudnya.red) jadi jarang kita bisa ketemuan...
Pasti ada aja deh yg bikin acaranya ga jadi, makanya lebih enak kalo dadakan. Trus terakhir gue denger kabar, keempat orang temen gue yg masih di company lama jadi jarang kumpul or ngobrol-ngobrol bahkan karena kesibukan masing-masing mereka seperti menjauh satu sama lain. Sedih dengernya... tapi kemaren huah asik banget... ketawa-ketawa ga jelas lagi... ngomong jorok...nyela...ngayal...nyolot bareng... huah pokoknya top deh.

Tuh khan pren... karena cinta kita semua bisa ngumpul lagi untuk deket lagi dan untuk curhat lagi... so kapan kita buka kamar neeh.... ;)

Mizz U all...

Wednesday, April 12, 2006

SELEPAS KAU PERGI…

Tak terasa 1000 hari telah kau pergi tinggalkan kami dengan sejuta kenangan manis. Hidup… terlalu singkat untukmu… ku tau masih banyak impian dan harapan yang ingin kau wujudkan dan ingin kausaksikan.

Ku ingat saat-saat akhir kepergiaanmu…
Bagaikan mimpi, kejadian tragis itu menjadi sebuah tanda akhir kehidupanmu. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, kau pergi tinggalkan kami dengan cara yang demikian. Kami anak2mu telah Tuhan buat untuk melihat kebesaran kuasa NYA atas manusia. Sungguh, saat semua itu terjadi dihadapan kami anaknya, rasanya kami tak punya kekuatan dan kendali untuk meminta kebahagiaan kami. Saat itu…

Untuk pertama kalinya kulihat tubuh ayahku yang kekar dan besar terbaring dengan kelemahan dan ketidak berdayaannya sebagai manusia. Tubuh yang selama ini selalu ayah gunakan untuk menopang kehidupan kami, tubuh yang selama ini selalu menjaga dan melindungi kami, tubuh yang selama ini selalu ayah gunakan sebagai contoh bagi kami agar meneledani ajaran2 Tuhan. Betapa terkejutnya aku ketika melihat kondisi ayah yang seperti itu. Saat pertama kali ibu menghubungi ku lewat ponsel dan memberi tahu bahwa ayah mendapat kecelakaan, ku pikir itu hanya sebuah kecelakaan kecil seperti kecelakaan yang terjadi beberapa minggu sebelumnya. Ternyata ibu sebisa mungkin tidak membuatku kawatir dan shock dikantor walaupun sebenarnya dia sangat2 sedih dan shock. Keadaan ayah luar biasa parahnya, jahitan lebar membentang dari ujung kiri ke ujung kanan kepala ayahku. Tingkat kesadarannya level 4 kata dokter, keadaan yang amat buruk. Saat itu dokter tidak berani bicara apa-apa, tapi kami tetap berharap banyak dalam kebisuan dokter-dokter itu. Upaya2 kami lakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi ayah kami sebenernya saat itu, dan berbagai cara kami lakukan untuk bisa memberikan perawatan yang terbaik baginya saat itu. Tapi kami sungguh kecil dan tidak kuasa…. Tak banyak hal yang bisa kami lakukan untuk menolong ayah kami, semua jalan terasa buntu saat itu. Bila mengingat hal itu, kadang kami masih merasa bersalah. Maafkan kami ayah, karena tidak bisa memberikan yang terbaik bagimu saat itu terjadi.

Saat akhirnya kau pergi, itu adalah saat yang sangat menyedihkan untukku. Selama ini, kau adalah orang yang paling dekat denganku ayah. Orang yang paling sering kujadikan teman berdiskusi, orang yang paling mengerti aku, orang yang paling bisa kuteladani. Caramu hidup… caramu berrelasi… caramu menjadi besar… dan caramu memotivasi… selalu menjadi inspirasiku dalam hidup. Banyak hal yang ingin aku pelajari dari engkau dalam memasuki dunia kerja. Saat itu aku berpikir bahwa dalam hari-hari kedepan kita akan lebih banyak bisa berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam dunia kerja. Tapi toh hidup adalah hidup… harus dijalani sesuai dengan kontraknya. Saat kontrak itu berakhir, apakah kita punya hak untuk memperpanjangnya?... tidak.

Dengan seluruh kesadaranku aku menyadari hal itu, tapi mengapa hidupku seperti ini sekarang? Ku hidup hanya untuk masa kini… tidak perduli dengan masa depan… hidup hanya untuk kesenangan saat ini… itu bukan hidup yang diteladani ayahku. Ayahku pasti tidak ingin aku hidup dengan cara-cara seperti itu. Tapi mengapa masih tetap aku lakukan hal itu. Dad… don’t be upset, I’ll try to live in a better way and always remember the way u live coz u had Jesust inside u. I love u dad.

Huh....Binun

Bingung ma kerjaan...
Ga tau mo mulai darimana...
Gimana ya enaknya?
Masak ga menghasilkan apa-apa...

demotivasi parah

Sorry for loving U...

Nothing special today...
Kecuali karena hari ini gue berniat buat blog ini untuk seorang teman.

Dari kemaren ada yg aneh...
Seorang teman, ga berhasil dihubungi...ym ga pernah di bales-bales.
Mungkin dia marah, kecewa atau tersinggung... ga jelas (mungkin marah kali ya. red)
Siapa juga yg ga marah kalo terlalu di pussy, semua orang bakal marah. Tiap orang khan punya batas kesabaran masing-masing. Udah long weekendnya suck... eh ketemu temen yg kerjannya mojok-mojokin terus. (kalo gue mungkin dah ngamuk dengan berceloteh langsung ke orangnya, ga di tutup-tutupin lagi. red)
Tapi temen gue ini emang hebat koq...sabar banget, baek, tegar... top abis lach. (mudah-mudahan ga pura-pura tegar ya. red) Saking sabar dan baeknya, kadang temen-temennya jadi semena-mena ke dia. Tapi sumpah deh... qta (me & her others friends) ga bermaksud jahat dengan mojok-mojokin dia. Qta pikir, kalo qta buat taruhan itu... kali aja dia jadi lebih bersemangat untuk "keep trying" tapi ternyata kita salah prediksi... (hihihihi... analisa prematur dari 2 sahabat bodoh. red)

So... just want to say... sorry pren if we hurt you...