Friday, May 04, 2012

Promise come from lips but commitment come from heart

Hari ini saya tertegun oleh sebuah pernyataan yang dilontarkan seseorang dengan figur otoritas cukup tinggi, kami biasa memanggilnya "Romo".

Komitmen adalah sebuah kesetiaan terhadap pilihan hidup, dan kesetiaan berarti siap untuk TIDAK menerima semua yg kita inginkan. Karena keinginan untuk menerima semua yang kita harapkan adalah titik awal dari keserakahan.

Jika definisinya adalah demikian, terlintas dalam benak, betapa serakahnya saya.
Saya ingin kedua orang tua saya hidup 'lagi', padahal saya tau bahwa itu bukan yang terbaik bagi mereka.
Saya ingin diperlakukan dengan baik, padahal seringkali saya tidak memperlakukan orang lain dengan baik.
Saya ingin dikasihi dengan sempurna, padahal saya pun tak sanggup mengasihi dengan sempurna.
Saya ingin melepaskan kewajiban yang melekat pada saya, padahal kewajiban itu terjadi karena pilihan saya.
Saya ingin bisa melakukan apapun yang saya inginkan, padahal saya tau akan menyakiti beberapa orang dekat saya.

Seorang kawan pernah berkata :
"Manusia sesungguhnya tidak pernah berubah, mereka hanya merubah tampilan mereka agar terlihat seperti telah berubah."
 Terkesan negatif dan skeptis ya... tapi ya memang itulah manusia, penuh dengan hawa nafsu, unsur kedagingan yang akan selalu menetap dalam tubuh fana ini.
Jika pun ada beberapa orang yang telah mampu menyangkal dirinya sedemikian rupa sehingga 'terkesan' lepas dari hawa dan nafsu, suatu saat ada kalanya dia akan terjatuh. Tapi itu manusiawi karena kita bukan dewa.

Belajar untuk berjanji tidak secara koqnitif dan emosi, melainkan secara spiritual itulah yang akan melahirkan komitment yang dalam.

Ingatlah selalu bahwa "Promise comes from lips and commitment comes from heart."