Tuesday, September 13, 2011

Harapan Vs Kecewa

Ingatkah teman,

Bahwa bumi dan segala isinya terbentuk karena adanya harapan.
Bahwa harapan ikut lahir bersama hadirnya seorang bayi ke dunia ini.
Bahwa harapan ikut tumbuh besar seiring kedewasaan kita.
Bahwa harapan lach yang telah melindungi kita dari keputusasaan.
Dan bahwa harapan jugalah yang telah mengajarkan arti kekecewaan dan kepasrahan.

Jika dalam kehidupan ini seringkali sesuatu tidak berjalan sesuai dengan harapan, haruskan kita menjadi marah dan kecewa?
pada 'dia' yang telah hadir dan mendampingi kita selama bertahun-tahun.
Apakah perlu untuk dipertanyakan siapa yang bersalah dalam hal ini?
Rasanya tidak adil jika kita kemudian menjadi takut berharap karena takut kecewa.
Tidak bijak bila kemudian kita berhenti berharap untuk menghentikan kekecewaan.

Ingat teman, bahwa harapan adalah bagiannya manusia... dan kenyataan adalah bagianNYA.
Ingat pula bahwa setiap kali kita menggores harapan-harapan dalam lembar kehidupan kita, kita telah menyerahkan penghapusnya pada Tuhan.
Karena hanya DIA lach editor yang akan membuat lembaran itu menjadi indah dan sempurna.


Dan tahukah teman,

Ketika kita kecewa, kita harus melepaskan "forgive" dan bukan melupakan "forget"
karena :
"for get" is what we want to get & keeping it inside us... and "for give" is what we want to let go.

Ini menjelaskan pada kita mengapa pada saat kita ingin melupakan "forget" sering kali kita menemui kesulitan dan malah terus menerus mengingat, sedangkan pada saat kita memafkan "forgive" kita bisa dengan lebih mudah melepaskan dan kemudian melupakan.

(aku yang sedang belajar bersyukur)