Thursday, July 07, 2011

Wonderful Day

"Today i will walk with my hand in God"
"Today i will trust in Him, and not be affraid"
"For He will be there, For He will be there"
"Every moment to share, in this wonderful day He has made"
*Song: Wonderful Day*

Aku memandang Pernikahan & Tuhan hanya secara sederhana dalam 2 hal yaitu :
- Penyerahan Diri dan Penyangkalan Diri -

Lagu diatas biasa kunyanyikan saat mengiringi sahabat-sahabatku maju ke altar untuk sakramen pernikahan mereka. Dan ternyata lagu ini cukup digemari oleh banyak orang untuk dinyanyikan pada acara penikahan.
Entah apakah sabahat-sahabatku menyadari arti lagu ini sesungguhnya atau tidak...
Kalau di teliti lebih dalam, lagu ini sarat dengan pesan penyerahan diri pada Tuhan atas segala rancangan Nya dalam hidup kita.
Sadar atau tidak, biasanya lagu ini dipilih sebagai awal sebuah prosesi penyerahan diri total kepada Allah yang akan dilanjutkan dengan untaian janji-janji pernikahan yang akan diucapkan di depan tidak hanya pasangan tapi juga Imam, teman, kerabat dan banyak handai taulan.

Ada beberapa point yang secara personal saya pahami tentang pernihakan dan Tuhan, karena menurut saya hampir memilik kesamaan dalam konteks engagement atau komitmen, melalui prosesi pernikahan. Berikut saya kutip kata-kata yang biasanya ada di buku panduan pernikahan.

satu:
"Kami datang kesini untuk meminta berkat Allah melalui romo dalam pernikahan kami ini, semoga berkat itu menjadi kekuatan yang akan menuntun hidup pernikahan kami"
Artinya buatku:
Ya Tuhan, kami serahkan hidup kami seutuhnya pada penyelenggaranMu, bentuklah kami menjadi pribadi yang lebih baik melalui pernikahan ini. Dan pakailah kami dalam rancanganMu untuk kebaikan bukan hanya kami sendiri melainkan juga untuk banyak orang.
Kesimpulan:
Saya menyerahkan diri dan pasangan saya seutuhnya padaMu.
inilah yang saya sebut Penyerahan Diri.

dua:
"Saya berjanji untuk setia dalam suka dan duka, untung dan malang dan juga sehat maupun sakit."
Artinya buatku:
Ya Tuhan, aku berjanji untuk menyangkal seluruh ke egoisan diriku, menyangkal untuk mencari keuntungan diri sendiri, dan menyangkal seluruh bentuk pengutamaan diri sendiri. Semoga aku dan dia sama-sama dimampu mendahulukan kepentingan pasangan dan anak kami diatas kepentingan diri sendiri.
Kesimpulan:
Saya dan pasangan berjanji untuk saling menyangkal diri yang penuh dengan keinginan dan berfokus hanya pada kepentingan keluarga (anak dan pasangan).
inilah yang saya sebut Penyangkalan Diri.

Buat saya, menyatukan 2 pribadi baik dengan pasangan ataupun Tuhan menuntut kedua hal diatas.

Happy wedding temans :d