Monday, 12 June 2006, 10.40 am. Im surprised by an sms...
Not ordinary sms as usually, it cames from my boy friend's father. The content really-really make me shock... I think i don't have to rewrite the sms, but the point is... he give me a suggest about my marriage / wedding condition, my post marriage condition and asking my decision.
Oh my God.. what a surprising opening conversation in sms..
Sepertinya lebih enak kalo mengawali pembicaran tentang "W" fenomena dengan pertanyaan mengenai kondisi hubungan gue sekarang dengan cowo gue (yang notabene adalah anaknya. red). Or at least, ask my willingness... mo dibawa kemana hubungan kami ini. Nah baru asik tuh kebelakangnya membahas soal "W" fenomena. (gile cing... langsung ditembak... DORR... pucet deh langsung... asli... hehehehe. red)
Tapi gue yakin bahwa sms itu datang dengan kesadaran penuh seseorang yang berpikir positif tentang hubungan gue dan cowo gue. Dan mungkin karena positifnya, dia yakin bahwa kami anak-anaknya dah cucok satu sama lain.... (hmn... huud... huud... positif dad, nowdays there are only several person who think like this. red)
Tapi kalo dipersepsikan sesaat dari isi smsnya, it seems like the decission about "W" phenomena is totaly in my hand. (Is it truth that all the decission is depend on me? red)
Kalo mikirin soal umur...
emang udah seharusnya sich melangkah ke level selanjutnya. Ibarat game, ga mungkin khan bertahun-tahun stay di level yang sama.. kalo ada orang yang sampe begitu tuh... ada dua option... either tu orang bloon banget sampe ga bisa maju ke next level... or... tu orang dah comfort di level itu karena menguasai games dengan sangat baik and ga mau nerima tantangan yg ada di level selanjutnya. (tul ga gamers-gamers sejati?. red)
Kalo mikirin kondisi...
nah ini nich yang bikin jadi rada ribet. Ibaratnya bunga... kami (baca: gue dan cowo gue. red) mekar diwaktu yang tidak bersamaan. Diusia gue yang sekarang, boleh dibilang... im in process to reach the top, sedangkan cowo gue... he is in the begining to start the process. Perkembangan yang ga seirama ini bener-bener membuat kita kewalahan untuk menyamakan langkah. Berbagai altenatif solusi yang masuk akal yang dirasa mampu untuk menyamakan langkah ini sudah diupayakan... sedikit membantu... ada irama-irama yang bisa sejalan... tapi banyak pula yang tidak. (its ok i think... differences make us rich. red)
Tapi kemudian waktu memunculkan keraguan dari ketidaksamaan kondisi ini...
Beranikah kami saling memberikan effort lebih supaya langkah kami seirama?
Beranikah kami untuk saling mengurangi kesenangan dan kebahagian masing-masing demi pasangan?
Beranikah kami untuk tetap saling menghargai dan menyayangi walaupun langkah kami pincang dan gontai?
Kenapa gue ga berani yach... ga berani sakit lagi... ga berani terluka lagi... ga berani berkorban... untuk sesuatu yang memang layak untuk gue perjuangkan.
We've been together for almost 9 (nine) years... yang penuh dengan tidak hanya sukacita, tapi juga beribu dukacita... come on, thats not a short time. Kita dah pernah lalui banyak kesulitan khan... harusnya gue ga takut untuk menerima kesulitan-kesulitan lainnya... tapi hari ini... saat ini... gue merasa sangat lelah untuk berjuang lagi. Habis sudah tenaga dan semangat ini untuk mempertahankan apa yang sudah kita bangun... maafkan gue... (please understand thats its really-really a hard time for me. red)
Note : do i still have to believe my heart as u told me honey?
No comments:
Post a Comment